5 Upaya Ini Efektif Cegah Kecelakaan Tabrak Pintu Kaca

Kejadian menabrak pintu kaca telah marak diberitakan di mana-mana dari mulai yang dikemas sebagai bahan lucu-lucuan hingga kejadian yang berdampak serius seperti penyanyi papan atas Justin Bieber yang geger otak gara-gara menabrak pintu kaca, juga baru-baru ini seorang bocah SD yang meninggal juga gara-gara menabrak pintu kaca. Tragis sekali bukan?

Pintu kaca dalam sejarahnya digunakan hanya untuk dipasang di toko, showroom, mall dan gedung-gedung umum lainnya yang berfungsi untuk menunjukkan isi bangunan dari luar juga berfungsi untuk keindahan. Pintu kaca hadir dalam beberapa modifikasi seperti pintu kaca dorong, pintu geser kaca, dan pintu kaca putar. Namun kini penggunaan pintu kaca sudah cukup dikomersialisasi secara luas seperti digunakan untuk hunian biasa bahkan digunakan untuk dinding.

Pintu kaca yang sering digunakan adalah pintu kaca tempered yang terbuat dari bahan floating berkualitas tinggi. Pintu kaca tempered memiliki kekuatan lima kali lipat dari kaca biasa akibat proses thermalnya yang dipanaskan di suhu leleh tertinggi yaitu 700 derajat celcius kemudian langsung didinginkan cepat-cepat. Pintu kaca tempered juga tidak membentuk sudut-sudut yang tajam ketika pecah sehingga dianggap lebih aman.

Dengan kelebihan kaca tempered yang luar biasa kuat dan aman, tetap saja kecelakaan yang bahkan berdampak serius tidak dapat dihindarkan. Untuk itu, upaya mencegah kecelakaan menabrak pintu kaca haruslah dilakukan.

Upaya Mencegah Kecelakaan Tabrak Pintu Kaca

Karena korban yang berjatuhan akibat menabrak pintu kaca sangatlah banyak dan tidak dapat dianggap enteng, solusi untuk mencegah adanya kejadian serupa haruslah segera dicari. Upaya-upaya berikut mungkin dapat membantu meminimalisir kejadian tabrak pintu kaca:

1. Frame

Pintu kaca yang semakin ramai diproduksi, apalagi hadir dengan harga jual pintu geser dari bahan kaca yang murah mengakibatkan ramai juga penggunaannya. Namun untuk menciptakan desain bangunan yang elegan dan nampak mewah, beberapa bangunan tidak menerapkan frame atau bingkai pintu yang dapat menjadi ciri adanya pintu, hal ini kemudian menjadikan seringnya terjadi kecelakaan akibat menabrak pintu kaca.

Untuk mencegah terjadinya lagi kecelakaan akibat pintu kaca, pasanglah frame agar orang yang akan lewat tahu bahwa di depannya terdapat pintu.

2. Daun pintu

Jika memasang frame dianggap mengganggu desain bangunan, pasanglah daun pintu pada pintu kaca yang juga dapat menjadi ciri adanya pintu.

Pasanglah daun pintu yang memiliki ukuran yang agak besar, karena ukuran daun pintu yang terlalu kecil tidak cukup terlihat bagi orang yang memiliki gangguan mata seperti rabun jauh dan minus.

3. Pasang tanda peringatan ada pintu

Pasanglah tanda peringatan adanya pintu pada pintu kaca. Tanda pintu dapat berupa tulisan “Awas! Pintu Kaca” atau menggunakan gambar sebagai kode bahwa ada pintu kaca di hadapan seseorang. Memasang tanda pintu ini cukup efektif di beberapa tempat dalam meminimalisir terjadinya kecelakaan akibat menabrak pintu kaca.

Baca juga: Beli Plafon Gypsum? Kenali Jenisnya Terlebih Dahulu

4. Pasang tanda buka pintu

Pasang anjuran membuka pintu pada pintu kaca seperti tulisan atau gambar yang menyuruh mendorong, menarik atau menggeser pintu. Dengan adanya tanda ini orang akan tahu bahwa di hadapannya terdapat pintu kaca.

5. Modifikasi dengan hiasan atau bahan lain

Pintu kaca sering tertabrak karena visualnya yang transparan. Untuk itu Anda dapat memodifikasinya dengan bahan lain selain kaca seperti kayu, alumunium, dan lain-lain. selain itu Anda juga dapat menggantungkan atau menempelkan beberapa jenis hiasan agar orang yang hendak lewat tahu bahwa di depannya terdapat pintu kaca.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *