Aluminium, Penjelasan Dan Proses Pembuatan

Penjelasan Dan Proses Pembuatan Aluminium

Penggunaan aluminium mengungguli besi dan baja karena penggunaannya yang beragam. Materialnya yang kuat  namun mudah dibentuk menjadi material andalan untuk berbagai industri. Bahan bangunan seperti kusen, jendela dan pintu bisa menggunakan material ini. Perabot rumah tangga, bahan baku pesawat terbang, lapisan lampu sampai tutup botol, pilihannya sangat variatif. Bila anda masuk ke toko kaca Jakarta ada banyak pilihan kombinasi kaca dan aluminium untuk dapat jadi pilihan.

Pembuatan Aluminium 

Awal penemuan aluminium adalah dengan mereduksi aluminium klorida, yang dilanjutkan dengan melakukan berbagai proses untuk membuatnya lebih murni. Berbagai inovasi dilakukan untuk mempermudah pembuatan dan menekan harga alumunium. Ada dua cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan aluminium yang murni. Berikut adalah cara yang paling mudah dan murah untuk membuat aluminium:

1. Proses Bayer

Pengolahan bijih bauksit sampai murni dan dapat bentuk aluminium oksida (alumina). Proses yang terbagi jadi empat tahap yang diperlukan untuk memperoleh aluminium yang murni untuk berbagai penggunaan. Walau melalui proses yang cukup panjang, namun realitanya proses ini cukup mudah dilakukan.

  • Tahap ekstraksi

Tahap digestion adalah memisahkan semua komponen seperti Bauksit dan natrium hidroksida ke dalam autoclaves, tubular reactor, dan steel vessel. Lakukan pada temperatur 140 oC dengan tekanan 34 atm.

  • Tahap pemisahan

Setelah selesai tahap pertama, lalu dilanjutkan untuk melakukan proses pemisahan. Larutan natrium aluminat kemudian disaring atau filter untuk memisahkannya dengan red mud. Kemudian cairan red mud ditambah flokulan agar settling ratenya meningkat. Lalu campuran tersebut dipindahkan dengan dengan alat thickener atau penebal yang punya diameter besar.

  • Tahap presipitasi

Presipitasi kemudian dilakukan untuk sekali lagi memisahkan aluminium hidroksida (Al(OH)3). Reaksi yang diharapkan terjadi pada tahapan ini adalah terbentuknya resipitasi Al(OH)3. Proses presipitasi membutuhkan tambahan kristal aluminium hidroksida agar dapat menginisiasi presipitasi.

  • Tahap kalsinasi

Tahap akhir adalah melakukan kalsinansi dengan mengeringkan Aluminium hidroksida pada bagian dalam rotary kiln atau fluid – bed calciners. Keseluruhan proses dilakukan pada temperatur 1100 – 1500 oC agar kemudian dapat melepaskan air. Hasil kalsinasi tersebut adalah menghasilkan alumina. Walau belum berbentuk aluminium murni, namun alumina cuma hanya perlu dicetak dan dikeringkan.

Proses Bayer adalah cara memperoleh aluminium yang paling ekonomis. Selain itu, pelaksanaannya terbilang mudah karena tidak menggunakan banyak energi sehinga biaya produksi dapat ditekan hingga minimum.

2. Proses Hall-Heroult

Cara lain membuat aluminium dengan ketebalan tertentu adalah proses Hall-Heroult. Metode yang ditemukan oleh dua orang ini melakukan peleburan alumina hingga menjadi kristalisasi yang dapat dilarutkan. Bahan kimia yang digunakan adalah cairan cryolite cair yang membuat alumina menjadi alumunium. Prosesnya dilakukan berulang kali sambil menambahkan butiran alumina dan cairan cryolite, yang tercampur dan terakumulasi di bawah wadah.

Kemudian setelah ukuran yang diinginkan diperoleh, langkah berikutnya adalah malakukan pencetakan. Setelah dapat ukuran dan ketebalan yang diinginkan kemudian aluminium di cetak dan kemudian didinginkan. Harga aluminium juga tergantung dengan ketebalannya. Semakin tebal akan semakin kuat serta tentu menjadi lebih mahal. Seperti halnya harga kaca tempered 12mm terpasang yang lebih mahal dari ukuran yang lebih tipisnya.

Itulah dua buah cara pembuatan alumunium yang paling umum dilakukan. Banyak industri mengadopsi metode tersebut dalam bidang mereka yang membutuhkan alumunium sebagai materialnya. Keduanya cukup mudah dan terjangkau untuk dilakukan sebagai bagian dari prosesi pabrik yang biasa memproduksi secara masal.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *