Jangan Salah! Ini Dia Cara Memadukan Jenis Waterproofing yang Berbeda

Waterproofing Coating sebagai Pelindung

Waterproofing, istilah yang erat kaitannya dengan dunia konstruksi. Saat ini aplikasi waterproofing sangat diperlukan, terlebih demi mewujudkan bangunan yang kuat dan tahan lama. Pun digunakan sebagai pencegah dari kebocoran, rembesan air, hingga bangunan yang ambruk. Meskipun demikian, metode ini pun banyak sekali jenisnya. Anda harus memilihnya dengan tepat agar tidak salah pilih. Lantas, bagaimana cara memadukan jenis waterproofing yang banyak jenisnya ini? Yuk, simak ulasannya!

Waterproofing Membrane untuk Dak Beton

 

Waterproofing Membrane untuk Dak Beton

Jenis yang pertama dan bisa dibilang paling populer di kalangan masyarakat adalah waterproofing membrane. Kepopulerannya tidak diherankan karena metode yang satu ini adalah yang pertama kali diaplikasikan pada bangunan. Dalam pengaplikasiannya, lapisan kedap air ini terbuat dari lapisan berbahan karet. Sementara bahan penyusunnya adalah monomer kimia, etilena, propilena  yang kemudian dicampurkan dengan bahan karet sehingga permukannya pun tidak jauh berbeda dengan karet.

Pemasangan lapisan ini dilakukan dengan menutupi seluruh permukaan dengan lapisannya, agar kuat, pemasangannya sambil melalui proses pembakaran. Untuk jenis yang satu ini, biasa digunakan jasa waterproofing membrane bakar pada struktur atap atau dak beton. Sebaiknya, gunakan lapisan ini untuk bagian atap. Hal tersebut karena daya tahannya yang sekadar 10 sampai 15 tahun. Sehingga, ketika akan dilakukan repair, akan mudah dalam menggantinya.

Integral Waterproofing untuk Dinding atau Lantai Dasar

Jika pada jenis membrane menggunakan lapisan karet untuk metode pengedapan air, maka untuk jenis yang satu ini berbeda. Pengaplikasiannya adalah dengan menambahkan waterproofer yang berupa cairan ke dalam adukan beton. Masyarakat menganggap metode ini lebih mudah dan menghemat waktu pemasangan. Bahkan dipercaya mampu menangkal air secara sempurna.

Meskipun demikian, jenis waterproofing yang satu ini, cocok dipadukan pada bagian konstruksi dinding atau lantai. Pasalnya, lantai ini sifatnya lebih tetap. Begitu pun jenis waterproofing integral yang memang tidak perlu pergantian atau renovasi nantinya. Cocok diaplikasikan untuk bagian lantai dasar gedung seperti basement.

Waterproofing Coating sebagai Pelindung

 

Waterproofing Coating sebagai Pelindung

Untuk jenis yang satu ini, sifatnya lebih kepada pelindung dari rembesan air. Sesuai namanya, terdapat istilah coating yang tidak lain adalah pelindung. Untuk material yang digunakan berupa bahan polimer seperti cat yang nantinya bisa diaplikasikan untuk menutup beberapa struktur yang akan dilindungi. Karena hanya sebagai pelindung, jenis ini tidak sepenuhnya menangkal air yang cukup deras.

Namun, jenis waterproofer yang satu ini cocok sekali digunakan sebagai perlapis dinding. Misalnya saja dinding kamar mandi yang memang cenderung sering terkena air agar terhindar dari jamur karena lembab. Pihak jasa waterproofing juga sering menggunakan coating ini untuk perlindungan bak, tanki air agar tidak merembes, hingga beberapa alat atau elemen yang menggunakan kayu. Mengaplikasikannya pada bagian atap pun tidak masalah, begitu pun untuk coating permukaan plafon.

Flashband Self Addhisive yang Tahan Rembesan

Tidak jauh berbeda seperti waterproofer coating, Flashband Self Addhisive ini pun digunakan sebagai penangkal rembesan air. Hanya saja, waterproofer yang digunakan berbentuk seperti lembaran flashband. Lembaran ini nantinya bisa direkatkan atau ditempelkan pada permukaan elemen bangunan yang akan dilindungi dari rembesan air.

Tak tanggung-tanggung, jenis yang satu ini punya lapisan yang beragam. Dari mulai lembaran karet, kemudian membran dari polyester, alumunium foil, hingga lapisan akhir yang berupa cat sebagai penutup. Sementara pada penggunannya, biasanya pihak jasa waterproofing menggunakan jenis ini untuk pelapis dan pelindung lantai, beton, atau permukaan atap.

Nah, dari ulasan tersebut dapat diketahui bahwa jenis waterproofing ini cukup banyak jenisnya. Bahkan, selain jenis yang sudah diulas, masih ada jenis lain yang harus dipadukan dengan penggunaan yang tepat. Bagaimana pun, kesesuaian perpaduan jenis waterproofing dengan media pengaplikasian ini harus diperhatikan. Semakin sesuai dan tepat, maka hasilnya pun akan lebih maksimal.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *