Penggunaan Sensor Pintu Otomatis yang Pas Untuk Kantor Anda

Inovasi teknologi dimaksudkan untuk solusi masalah sehari-hari yang bermanfaat bagi manusia. Kini segala aktivitas dapat memilih untuk menggunakan teknologi mutakhir untuk mempermudah kegiatannya. Bangunan besar seperti bandara, mall dan kantor menggunakan lift, elevator, dan bahkan pintu otomatis yang dapat terbuka dan tertutup sendiri. Berbagai kemudahkan teknologi ini tidak terlepas dari instalasi listrik dan mekanikal elektrikal agar semua sistem berjalan dengan baik.

Berbagai Jenis Sensor Gerak Untuk Pintu Otomatis Perkantoran

Walau terlihat sepele, pintu otomatis memudahkan lalu lalang diarea yang melibatkan banyak orang. Pasti anda pernah merasakan bingung ketika pintu mall tidak terbuka secara otomatis dan mencari pintu mana yang bisa digunakan. Belum lagi harus bergantian untuk masuk atau membiarkan orang dari sisi lain untuk keluar. Menggunakan pintu otomatis dengan sistem terinegrasi langsung dengan sensor pendeteksi adalah bidang yang dikuasai kontraktor ME. Pemasangan dan pemeliharaannya sepertinya mudah, namun tanpa tenaga ahli sensor tidak dapat berfungsi baik dan tahan lama. Ketahui jenis sensor yang umum digunakan pada pintu otomatis perkantoran.

Sensor Gerak

Untuk merangsang sensor yang terpasang di atas pintu otomatis dipasang alat yang dapat mendeteksi adanya gerakan dekat pintu, yang dikirim melalui gelombang elektromagnetik yang membuka dan menutup pintu tanpa harus ada kontak langsung. Gelombang tersebut terkirim ke lantai dan dipantulkan kembali pada bagian sensor yang lalu menyalakan timer untuk waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke mode tutup. Setting sistem diatur untuk mode tutup dan buka, panjang frekuensi yang dikirim tergantung dari bentuk pintu. Bila ada orang yang melalui pintu, maka durasi waktunya akan lebih cepat terbuka dan tidak akan tertutup sampai melaluinya serta ini cara untuk mencegah orang menabrak kaca pintu.

Sensor Massa

Sistem yang menggerakan pintu dengan sensor masa sedikit lebih sederhana dari pada sensor gerak. Penempatanya yang berada langsung dibawah pintu tidak memerlukan geombang eletro untuk dipantulkan. Sensor massa akan mengetahui ada berat tertentu diatas sensor dan tidak akan menutup sampai masa berat tersebut berpindah. Serangkaian mesin mekanikal elektrikal rumit terlibat dibalik pintu otomatis yang terlihat mudah.

Sensor Optik

Varian sensor optik menggunakan sinar infra merah yang bentuknya melintang bagai tirai sebelum dan sesudah pintu. Sistem kerjanya berdasarkan adanya objek yang menghalangi sinar infra merah tersebut yang menyebabkan pintu terbuka secara otomatis. Setelah melewati sensor optik berikutnya makan barulah pintu akan tertutup.

Sensor Panas Tubuh

Pengoperasian sistem sensor ini sedikit lebih rumit dari jenis sensor lainnya. Mendeteksi suhu panas manusia yang dijadikan acuan untuk membuka dan menutup pintu secara otomatis. Hal ini menjadi pertimbangan kala sensor lain mungkin tidak dapat mendeteksi beban, tekanan atau gerakan dengan benar. Setiap mahluk hidup pasti memeiliki suhu tubuh yang dapat membuka pintu secara langsung.

Sensor Tekanan

Sensor bisa terlihat sebagai bagian tidak biasa yang mengganggu estetika ruangan. Sebagi solusi terbaik untuk sensor pintu yang tidak terlihat oleh kasat mata karena posisinya tersembunyi dibawah keset pintu yang ditempatkan didepan pintu yang berbentuk sensor tekanan, maka tampilan ruangan tetap bersih. Anda bahkan tidak akan menyadari adanya sensor dibawah kesetnya.

Sensor Jarak

Adanya sensor yang menggerakan otomoatis, maka teknologi tersebut meniadakan kendali manusia. Bila menginginkan kemudahan namun tetap tidak mau kehilangan kendali secara total maka digunakan sensor harah jauh. Pintu perlu remote control atau pengendali jarak jauh untuk penggunaan manual. Penggunaan untuk ruang kantor pribadi atau ruangan yang perlu keamanan ekstra, disaat itulah sensor jenis ini digunakan.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *